Living Islam: Meluruskan Persepsi Memajukan Peradaban Islam by Herry Nurdi
My rating: 4 of 5 stars
Ada tiga pertanyaan mendasar dalam kehidupan ini yang selalu menggoda manusia untuk menyelaminya, yaitu: Dari mana manusia berasal? Untuk apa manusia hidup?Akan ke mana manusia setelah mati? Jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut memiliki konsekuensi yang akan memengaruhi manusia dalam berperilaku dan menjalani kehidupannya.
Sebagai contoh, seorang materalis akan menjawab ketiga pertanyaan tersebut dengan perspektif kebendaan, yaitu manusia berasal dari evolusi jangka panjang, tak ada tujuan pasti dalam hidupnya, dan tidak akan ke mana-mana setelah mati selain hanya menjadi mayat. Dari ketiga jawaban tersebut, maka seorang materialis akan menjalani kehidupannya begitu saja, tanpa pernah berpikir tentang pahala dan dosa, apalagi surga dan neraka. Sebab, bagi mereka, segala hal yang tak dapat terindra tak layak untuk dipercaya, termasuk Tuhan sekalipun.
Seorang idealis (dalam hal ini seorang muslim), akan menjawab ketiga pertanyaan tersebut dengan perspektif agama, yaitu manusia berasal dari kreasi Tuhan, hidup manusia adalah untuk beribadah kepada-Nya, dan setelah mati manusia akan kembali kepada-Nya. Begitulah. Seorang muslim sudah sepatutnya menjadikan ketiga pertanyaan tersebut sebagai dasar pijakan yang kokoh untuk menapaki jalan kehidupan.
Herry Nurdi, seorang dai muda sekaligus jurnalis, melalui tulisan-tulisannya yang kontemplatif dan provokatif, berusaha menjawab ketiga pertanyaan dasar tersebut.
Living Islam merupakan gabungan dari dua buku penulis yang dulu disambut baik oleh pembaca, The Secret for Muslim dan The Secret of Heaven. Berisi kumpulan tulisan tentang relasi antara manusia dan Tuhan, manusia dan sesamanya, manusia dan kuasa. Tulisan-tulisannya akan membangkitkan kesadaran kita sebagai muslim. Selamat membaca. Selamat berkaca.